Tahukah anda bahwa tanggal 31 Mei adalah hari anti Tembakau Se-Dunia ?
Ya, kebanyakan orang tidak mengetahui peringatan hari tersebut apalagi esensi dan tujuan di canangkannya hari anti tembakau internasional. Tidak tanggung-tanggung hari tersebut dicanangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau lebih dekenal dengan WHO (World Health Organization).
57 persen dalam rumah tangga di Indonesia itu diketahui mempunyai sedikitnya satu perokok. Tak hanya itu, hampir semua perokok itu sekitar 91, 8 persen merokok di dalam rumah.
Seseorang yang bukan perokok dan menikah dengan perokok dikhawatirkan akan mempunyai resiko menderita kanker paru-paru sebesar 20 sampai 30 persen. Selain itu, juga berresiko terkena penyakit jantung.
“Rokok menyebabkan terjadinya penyakit tidak menular seperti cardiovaskular, struk, kanker paruparu dan juga kanker mulut serta kelainan pada kehamilan. Menurut badan kesehatan dunia (WHO), rokok adalah pembunuh yang akrab di tengah masyarakat. Setiap detiknya setiap orang meninggal karena rokok”, kata Kepala Promosi Depkes, Lilik Sulistyowati
Sedangkan menurut datan Epidemi dunia menunjukkan tembakau membunuh lima juta orang setiap tahunnya. Jika ini terus berlanjut maka dikhawatirkan bahaya rokok di tahun 2020 akan menyebabkan terjadinya sepuluh juta kematian. Dan 70 % kematian itu terjadi di negara yang sedang berkembang.
"Tingginya populasi dan konsumsi rokok menempatkan Indonesia pada urutan ketiga konsumen tembakau atau rokok di dunia. Dengan konsumsi sebanyak 220 milyar batang pertahun 2005," ucapnya.
Sebanyak 43 juta anak Indonesia saat ini hidup serumah dengan perokokdan menghirup asap tembakau pasif atau asap tembakau lingkungan.
Bahkan WHO memperkirakan 25% kematian pada laki-laki di Indonesia disebabkan karena telah merokok selama sepuluh tahun.
Yang lebih memprihatinkan lagi, di Indonesia belum ada larangan untuk beriklan, promosi dan sponsor secara total sehingga dapat berimplikasi pada meningkatnya jumlah perokok baru dan perokok usia dini.
Berbagai upaya juga tetap dilakukan untuk mengurangi jumlah perokok baru, terutama untuk tiga aspek utama yang diperjuangkan, yaitu:
1. Meminta Pemerintah untuk meningkatkan cukai rokok
2. Meminta Pemerintah memberlakukan larangan bagi industri rokok untuk beriklan, berpromosi dan menjadi sponsor (Total Ban)
3. Memperjuangkan peraturan perundang undangan area bebas asap rokok (Free Smoking Area).
Selain memperjuangkan ketiga hal tersebut, Komnas PMM (Komisi Nasional Penanggulangan Masalah Merokok) juga mendorong Tobacco Free Sport, yaitu meminta Pemerintah untuk tidak menjadikan perusahaan rokok sebagai sponsor kegiatan olah raga, karena akan bertentangan dengan nilai promotif tentang hidup sehat dan sportif dari atlet olah raga.
Jadi, bagaimana dengan Anda ? Ayo berpartisipasi dengan menyebarkan link advokasi ini ke teman-teman dan kontak anda atau melalui media
Sumber :
- h-win.co.cc
- suaramedia.com
- rapling.wordpress.com
- who.int/tobacco
JOIN US !
Links
- Al Hidayat Lasem 1
- Al Hidayat Lasem 2
- Ar Rofah Wonosobo
- DKC Lamongan
- Gilar Remaja Banjarnegara
- Jalan Remaja 1208
- KIBAR Rembang
- Kisara Bali
- Kriya Mandiri Solo
- Mitra Remaja Jogja
- PANCURBATU Medan
- PIK KRR Lembang
- PIK KRR Nurul Huda
- PIK KRR Sidoarjo
- PIK KRR Sketsa
- PIK KRR Teensi
- PIK REMAJA AMADA Sulbar
- PIK-KRR IRMANURIS
- SAHABAT Lamongan
- Semara Ratih Klungkung
- Teensi Kota Mojokerto
- Tunas Solution
- Tunas Solution Trenggalek
Info Lainnya
31 Mei: World No Tobacco Day
Minggu, 30 Mei 2010Diposting oleh TUNAS REMAJA di 18.12 0 komentar
Label: Artikel
Remaja vs Jerawat
Selasa, 23 Maret 2010Jerawat dapat mengganggu penampilan dan kepercayaan diri seseorang. Terlebih jika jerawat terjadi pada diri seorang remaja. Jerawat sembuh secara perlahan dan ada kemungkinan jika satu jerawat hilang akan muncul jerawat yang lain. Ini membuat mereka yang berjerawat menjadi frustasi. Diperlukan waktu bulanan bahkan tahunan untuk dapat mengatasi jerawat. Jerawat dapat menimbulkan stres dan juga meninggalkan noda bekas jerawat.
Bagaimana Jerawat Terjadi?
Jerawat terjadi ketika lubang kecil di permukaan kulit yang disebut pori-pori tersumbat. Tiap pori merupakan pembuka kanal yang disebut folikel. Di dalam folikel terdapat rambut dan kelenjar minyak. Secara normal, kelenjar minyak membantu melumasi kulit dan menyingkirkan sel kulit mati. Namun ketika kelenjar tersebut menghasilkan minyak yang berlebihan, pori-pori menjadi tersumbat oleh penumpukan kotoran dan bakteri. Penyumbatan ini disebut sebagai komedo.
Permukaan sumbatan dapat berwarna putih (disebut whiteheads) atau gelap (disebut blackheads). Whiteheads berupa pori yang tersumbat yang tidak mempunyai bukaan, sementara blackheads berupa pori yang terbuka dan mempunyai permukaan gelap. Jika pecah, maka isi yang terkandung di dalamnya termasuk minyak dan bakteri dapat menyebar ke sekeliling dan menyebabkan reaksi peradangan (inflamasi). Jika peradangan terjadi jauh di dalam kulit, jerawat dapat membesar dan mengeras serta terasa sakit yang disebut kista.
Umumnya jerawat dapat muncul di wajah, leher, dada, punggung, dan bahu. Bagian tubuh tersebut merupakan daerah dengan jumlah kelenjar minyak fungsional terbesar.
Diketahui ada 3 faktor yang berperan dalam timbulnya jerawat, yakni produksi minyak yang berlebih (sebum), pengelupasan sel kulit mati yang tidak teratur sehingga dapat mengiritasi folikel di kulit, dan adanya bakteri.
Perubahan hormonal tubuh dapat mencetuskan timbulnya jerawat. Umumnya perubahan hormonal ini terjadi pada remaja (baik anak laki-laki maupun anak perempuan); wanita dan anak perempuan pada 2-7 hari sebelum periode menstruasi; wanita hamil; dan pasien pengguna obat tertentu seperti kortison, steroid, testosteron, estrogen dan fenitoin. Mereka yang disebutkan di atas memiliki faktor risiko untuk mengalami jerawat.
Adapun faktor risiko yang lainnya meliputi kontak langsung dengan produk untuk rambut atau kosmetik yang mengandung minyak; riwayat keluarga berjerawat dimana jika orang tua berjerawat maka anak mungkin akan berjerawat juga; serta adanya friksi atau tekanan pada kulit disebabkan hal tertentu seperti telepon atau telepon selular, helm, kerah baju yang ketat, dan ransel. Penggunaan pil KB dan stres juga dapat memperhebat jerawat di kemudian hari.
Berbeda dengan pemikiran kebanyakan orang, makanan hanya memiliki sedikit pengaruh pada jerawat. Menggosok kulit terlalu keras atau membersihkan kulit dengan sabun atau bahan kimia yang berpotensi mengiritasi kulit dapat membuat jerawat bertambah parah.
Bagaimana Mengatasi Jerawat?
Berikut perawatan yang dapat dilakukan sendiri untuk mengatasi jerawat yang masih terbilang ringan:
* Pastikan faktor-faktor yang memperhebat timbulnya jerawat. Hindari bahan kosmetik yang berminyak atau berlemak, tabir surya, produk pembentuk rambut atau penutup jerawat. Gunakan produk yang berlabel menggunakan bahan dasar air atau nonkomedogenik. * Basuhlah bagian wajah yang bermasalah itu setiap hari dengan pembersih yang secara perlahan akan mengeringkan kulit dan menyebabkan folikel-folikel mengelupas.
* Coba losion jerawat yang dijual bebas (mengandung bahan aktif benzoil peroksida, resorsinol atau asam salisilat) untuk mengeringkan kelebihan minyak dan mempercepat pengelupasan.
* Terkena paparan sinar matahari ringan dan penggunaan lampu matahari secara hati-hati mungkin bisa menolong. Namun terlampau banyak matahari dapat menyebabkan kerutan dan kanker kulit di kemudian hari.
* Jaga agar rambut tetap bersih dan tidak menutupi wajah.
* Amati apakah ada tanda-tanda penyebaran infeksi melewati pinggiran jerawat.
* Kecuali jelas ada makanan tertentu yang memperhebat jerawat, tidak perlu berhenti mengkonsumsi suatu makanan. Makanan tertentu seperti coklat yang pernah dianggap menimbulkan jerawat, ternyata secara umum bukan biang keladinya.
* Jangan menusuk atau memencet jerawat. Tindakan ini dapat menyebabkan infeksi atau menimbulkan bekas.
Umumnya jerawat bukanlah suatu keadaan medis yang serius. Jerawat pada kebanyakan kasus akhirnya akan lenyap dengan sendirinya. Namun jika Anda mengalami jerawat yang menetap atau kista yang telah meradang, segeralah berkonsultasi dengan dermatologis (dokter spesialis kulit) untuk menghindari terjadinya noda bekas jerawat dan kerusakan kulit lebih lanjut.
Jerawat yang membandel harus diatasi segera. Prinsip pengobatan jerawat bekerja dengan cara mengurangi produksi minyak, mempercepat pergantian sel kulit, melawan infeksi bakteri, mengurangi peradangan atau merupakan kombinasi dari keseluruhannya.
Perlu diingat bahwa pengobatan jerawat tidak dapat dilakukan dengan instan. Hasil baru dapat terlihat dalam hitungan minggu, sehingga diperlukan kesabaran dalam mengatasi jerawat.
Dokter akan merekomendasikan obat resep yang digunakan di kulit (topikal) atau diminum (oral). Obat oral untuk jerawat sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan, terutama sepanjang trimester pertama karena dapat berpengaruh terhadap janin
Jenis Pengobatan Jerawat :
* Pengobatan topikal. Losion jerawat dapat mengurangi minyak, membunuh bakteri dan mempercepat pengelupasan sel kulit mati. Losion yang dijual bebas umumnya mengandung benzoil peroksida, sulful, resorsinol, asam salisilat atau asam laktat sebagai bahan aktifnya. Produk ini dapat membantu untuk jerawat yang ringan. Jika jerawat tidak merespon pengobatan ini, dokter dapat memberikan losion yang lebih kuat. Tretinoin dan adapalene merupakan contoh obat resep topikal yang merupakan turunan vitamin A. Bekerja dengan mempercepat pengelupasan sel dan mencegah penyumbatan folikel. Antibiotik topikal diperlukan untuk membunuh kelebihan bakteri kulit. Kombinasi terapi kadang diperlukan untuk mendapatkan hasil optimal.
* Antibiotik. Untuk jerawat sedang sampai berat, antibiotik oral diperlukan untuk mereduksi bakteri dan melawan peradangan. Mungkin diperlukan antibiotik dalam hitungan bulan atau menggunakan kombinasi dengan produk topikal.
* Isotretinoin. Untuk kista yang dalam, antibiotik tidaklah cukup. Isotretinoin merupakan pengobatan yang cukup kuat untuk kista atau jerawat yang tidak merespon pengobatan lain. Obat ini digunakan untuk jerawat yang menjengkelkan. Sangat efektif, namun diperlukan pengawasan dermatologis karena efek sampingnya. Isotretinoin dihubungkan dengan kelahiran cacat, sehingga tidak dapat digunakan oleh wanita hamil dan wanita yang berencana hamil selama perawatan atau beberapa minggu sebelum perawatan berakhir. Isotretinoin dapat meningkatkan trigliserida dan kolesterol dalam darah dan meningkatkan kadar enzim hati. Dilaporkan juga terjadi peradangan usus karena penggunaan isotretinoin.
* Kontrasepsi oral. Kontrasepsi oral termasuk kombinasi norgestimate dan etinil estradiol, menunjukkan peningkatan jerawat pada wanita. Kontrasepsi oral dapat menimbulkan efek samping sehingga penggunaanya harus di bawah pengawasan dokter.
* Laser. Laser dapat mencapai bagian lebih dalam dari kulit tanpa merusak permukaan kulit. Laser dapat merusak kelenjar minyak dan menyebabkan minyak yang dihasilkan lebih sedikit. Terapi ini juga dapat meningkatkan tekstur dan mengurangi bekas jerawat, sehingga dapat menjadi terapi yang baik untuk jerawat dan bekas jerawat.
* Prosedur kosmetik. Pengelupas kimia dan mikrodermabrasi mungkin membantu untuk mengontrol jerawat. Prosedur konsmetik ini lebih efektif jika dikombinasikan dengan perawatan jerawat yang lain.
Bagaimana Mencegah Jerawat?
Sekali jerawat menghilang, diperlukan lanjutan perawatan untuk mencegah agar jerawat tidak kembali. Anda dapat mencegah jerawat baru dengan perawatan sendiri, seperti mencuci kulit dengan pembersih yang lembut dan hindari menyentuh area yang berjerawat. Berikut beberapa tips untuk mencegah jerawat:
* Cuci daerah yang berpotensi berjerawat dua kali sehari. Dengan mencuci akan memindahkan kelebihan minyak dan sel kulit mati. Namun terlalu banyak mencuci dapat mengiritasi kulit. Cuci dengan menggunakan pembersih yang lembut dan bebas minyak, produk kulit berbahan dasar air.
* Gunakan krim atau gel jerawat untuk membantu mengurangi kelebihan minyak. Pilih produk yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat sebagai bahan aktifnya. * Hindari penggunaan make-up yg berat. Pilih kosmetik tabur yang lebih tidak mengiritasi. * Bersihkan make-up sebelum tidur. Tidur dengan kosmetik di wajah dapat menutup pori-pori. Buang make-up yang telah lama dan bersihkan kuas dan aplikator kosmetik secara teratur dengan air sabun.
* Gunakan pakaian yang nyaman. Pakaian yang ketat dapat memerangkap panas dan lembab, sehingga dapat mengiritasi kulit. Jika memungkinkan, hindari tali pengikat yang terlalu rapat, ransel, helm dan alat olahraga yang dapat menimbulkan friksi dengan kulit.
* Mandi setelah berolahraga atau bekerja yang mengeluarkan keringat. Ini dilakukan karena minyak dan keringat di kulit dapat menjerat kotoran dan bakteri.
Sumber dari medicastore.com
Diposting oleh TUNAS REMAJA di 00.11 0 komentar
Label: Artikel
Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh
Sabtu, 06 Februari 2010Seringkali pergantian musim dan aktivitas yang berlebihan menyebabkan tubuh lebih mudah terserang penyakit. Penyakit yang paling banyak dikeluhkan dan seringkali menyerang adalah flu. Flu bisa jadi sangat mengganggu aktivitas. Serangan flu dapat dicegah dengan meningkatkan cara memperkuat kekebalan alami tubuh (imunitas).
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang bisa menjauhkan Flu.
Relaksasi
Stres bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh. jadi, sebaiknya meluangkan waktu untuk relaksaasi. jika tuntutan atasan dan tumpukan pekerjaan membuat stres, cobalah melakukan Yoga.
Tertawa
Cobalah lebih banyak menceritakan dan mendengarkan lelucon yang tentunya bisa membuat tertawa. tertawa bisa meningkatkan sistem imun dengan cara menurunkan kadar stres dan kecemasan. selain itu, tertawa juga bisa menurunan ketegangan otot dan meningkakan asupan oksigen.
Mendengarkan Musik
Sebuah studi yang mempeajari efek musik terhadap sistem kekebalan tubuh perempuan yang sedang hamil menunjukkan kalau mendengarkan musik bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu.
Pijat Lymphatic
Merupakan salah satu cara terbaik mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh. Daripada mangobati penyakit, lebih baik memanjakan tubuh dengan melakukan pijat. Pijat bisa dilakukan sekaligus dengan perawatan kecantikan dp spa-spa yang ada.
Tidur
Tidur nyenyak delapan jam semalam juga turut meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Kurang tidur bisa meningkatkan hormon stres yang justru akan memperlemah sistem imun.
Olahraga
Olahraga berfungsi meningkatkan hormon-hormon yang menguatkan imunitas tubuh. selain itu, olahraga merupakan cara yang baik untuk mengurangi tingkat stres.
Perbanyak Asupan Air Putih
Minum air putih merupakan langkah penting untuk mendapatkan kulit sehat dan kulit merupakan perahanan pertama tubuh dalam melawan infeksi dari luar.
Makan Sehat
Orang-orang obesitas dinyatakan lebih sulit melawan infeksi, jadi ada baiknya mempertahankan berat badan ideal dengan menerapkan pola makan sehat. konsumsilah diet kaya buah-buahan dan sayuran untuk mendapatkan semua vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh.
Sumber lenterabiru.com
Diposting oleh TUNAS REMAJA di 17.39 0 komentar
Label: Artikel
Budaya Hang Out pada Anak
Senin, 25 Januari 2010Pada kalangan dewasa, hang out menjadi media untuk bersosialisasi atau meeting dengan rekan kerja. Menjamurnya tempat-tempat yang nyaman untuk berkumpul bersama rekan dan kolega, seperti restoran, mal dan kafe mendorong kebiasaan ini menjadi sebuah kebutuhan. Kini, budaya ini telah memasuki komunitas kecil karena pengaruh kehidupan sosial yang terbiasa berkumpul di tempat-tempat tertentu layaknya orang dewasa.
Menurut konselor pendidikan dari Universitas Paramadina, Fatchiah Kertamuda MSc, hang out diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan bersama teman sebaya maupun keluarga untuk rileksasi ataupun bersenang-senang. Pada dasarnya anak belum mengerti benar arti dari hang out. Di dalam benak anak, hang out diartikan sebatas pergi dan bersenang-senang bersama. Kegiatan belajar bersama atau bermain di rumah teman pun dikategorikan sebagai kegiatan hang out.
Kebutuhan kegiatan hang out pada anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Anak belum memiliki konsep kebutuhan layaknya orang dewasa. Mereka hanya mengikuti kebiasaan orang dewasa seperti mengobrol atau bersenda gurau di kafe, mal dan restoran. Namun, sebenarnya pada anak usia tertentu memang membutuhkan kegiatan untuk bersosialisasi. Hang out bisa jadi media untuk memenuhi tugas perkembangan anak. ”Mulai usia 7-8 tahun, anak belajar bergaul dengan teman sebaya, lebih mandiri, membentuk sikap terhadap kelompoknya, serta mengembangkan nurani, moralitas, dan sikap,” kata Fatchiah.
Psikolog perkembangan anak dari UI, Luth Savitri Msi,juga mengungkapkan kebersamaan dengan teman-teman menjadi hal penting bagi anak terutama di usia 9-10 tahun. Pada masa ini, anak ingin mencari tahu lingkungan di luar keluarga dan rumahnya, salah satu caranya hang out bersama teman. ’’Jadi jangan kaget jika terkadang anak terkesan suka membangkang atau memberontak karena pengaruh teman lebih besar dibandingkan orangtua,’’ ujarnya.
Savitri menambahkan, Anak bisa mulai hang out tergantung dari lingkungan sosialnya, sejak kapan orangtua mengizinkan anak bersosialisasi bersama teman-temannya. Akan berbeda antara anak yang dibesarkan di lingkungan yang memiliki izin keluar rumah bersama teman-teman sejak SD, SMP, SMA, atau bahkan kuliah. Jika pada usia SD anak sudah diizinkan, maka budaya ini tentu lekat dan tidak asing dalam dirinya kelak, sehingga seringkali dijadikan kebutuhan oleh anak.
Melalui hang out, lanjut Savitri, anak juga dapat memastikan identitas dirinya, yaitu apakah tergolong populer atau tidak. Untuk masuk ke kelompok tertentu tak jarang anak akan memenuhi persyaratannya yang sering disebut dengan conformity. Alasan anak menyukai hang out, karena adanya perasaan kebersamaan bersama teman-teman. Mereka bisa sharing apapun tanpa takut dihakimi. ”Anak pun beranggapan dirinya sudah mampu menentukan pilihan, sehingga terkadang aturan dirasakan mengganggu. Sedangkan teman tidak memberikan aturan,” paparnya.
Ditambah lagi, anak bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri dan orang lain serta merasa bebas melakukan kegiatan apapun. Umumnya kegiatan hang out yang biasa anak lakukan antara lain, makan dan minum di restoran cepat saji sambil mengobrol atau tukar menukar barang koleksi, menonton di bioskop, belanja, dan main games. ”Hang out dirasa anak sebagai salah satu kebutuhan tahapan perkembangan, yaitu kebutuhan sosialisasi dan autonominya,” kata Savitri.
Pengaruh Teman VS Kekhawatiran Orangtua
Kegiatan berkelompok ini juga sangat mempengaruhi perkembangan sosial anak antara lain keinginan anak menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial. Melalui hubungan dengan teman sebaya, anak akan belajar berpikir secara mandiri, mampu mengambil keputusan, serta menerima pandangan dan nilai-nilai selain dari lingkungan keluarga. Untuk diterima dalam lingkungannya, anak akan mempelajari pola perilaku yang diterima kelompoknya.”Melalui kegiatan ini maka akan terjadi transfer nilai baik hal-hal positif hingga yang bersifat negatif, ” kata Fatchiah.
Tak jarang pula hal ini dapat mempengaruhi konsep diri anak. Apabila hang out tidak memberikan makna pada anak maka akan menyebabkan anak tidak nyaman dengan kelompoknya, misalnya minat atau kebiasaan dalam kelompoknya tidak sesuai dengan minatnya. Anak pun merasa ditolak dan tidak merasa diterima dalam kelompoknya. Alhasil, anak kesulitan menyesuaikan diri. ”Seringkali anak takut tidak diakui oleh teman-temannya sehingga akan berusaha mengikuti peraturan dalam kelompoknya meskipun buruk,” tambah Fatchiah.
Fatchiah juga menyayangkan pilihan tempat hang out anak yang belum sesuai dengan tahapan perkembangannya seperti kafe, atau restoran. Penyebabnya, tempat-tempat tersebut umumnya lebih besar dimasuki komunitas orang dewasa dibanding anak-anak. Sehingga anak-anak pun semakin dekat dengan kebiasaan orang dewasa seperti merokok dan sebagainya. Sebab itu, orangtua harus mengamati pilihan tempat hang out anak. Sebaiknya pilih tempat yang memang memiliki unsur edukasi dan sesuai untuk anak-anak, misalnya sanggar kesenian, kebun binatang, arena bermain, dan sebagainya.
Pilihan tempat dan kegiatan hang out yang salah dapat menimbulkan kekhwatiran pada orangtua. Rasa khawatir disebabkan anak akan terpengaruhi hal-hal yang buruk. Akibatnya orangtua membatasi ruang gerak anak dalam bersosialisasi. ”Ketakutan juga dikarenakan orangtua memiliki harapan tersendiri pada anak, jikalau anak tidak mencapai atau sesuai dengan norma keluarga, maka akan menimbulkan kekecewaan,” sebut Fatchiah.
Orangtua perlu menyikapi ketakutan dengan bijaksana. Sebaiknya pahami dulu kebutuhan anak dalam membina hubungan dengan teman-temannya. Caranya dengan memahami kondisi, kebiasaan, dan kegiatan yang dilakukan anak. Hang out bisa mengarah ke hal negatif jika orangtua tidak memantaunya. Coba libatkan diri dalam kegiatan hang out anak bersama teman-temannya. Jikalaupun anak tidak mengizinkan, orangtua bisa pergi dan pulang bersama anak. ”Yang terpenting, orangtua mengkomunikasikan alasan tindakannya. Jadi anak juga tidak merasa terkekang atau dimata-matai,” jelas Savitri.
Fatchiah mengatakan, sebenarnya kekhawatiran orangtua bisa ditekan, karena hang out juga berdampak positif bagi anak. Misalnya, anak belajar setia terhadap kelompok, menyesuaikan diri, bekerjasama, belajar bersaing sehat dan sportif. Banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan anak antara lain kegiatan seni. ”Anak akan bergabung dengan komunitas hang out yang umumnya memiliki satu kesamaan atau identik baik itu minat, hobi, pola pikir dan sebagainya,” terangnya.
Menurut Fatchiah, pola hang out menjadi cerminan pribadi serta bisa dijadikan indikator karakter dan kebiasaan anak. Jika anak bergaul dengan teman-teman yang memiliki prestasi, maka bisa dipastikan anak juga memiliki keinginan berprestasi, berperilaku dan konsep diri yang positif. ”Kelompok hang out anak merupakan pilihannya sendiri, orangtua bisa menilai karakter anak secara tak langsung dari kelompok teman-temannya,” ujarnya.
Bahkan kebiasaan hang out anak merupakan cerminan pola asuh orangtua. Ini disebabkan nilai-nilai dalam keluarga akan mengarahkan anak dalam membuat pilihan termasuk memilih komunitas dan kegiatan bergaulnya. Sehingga, jangan lekas salahkan anak jika bergaul dengan lebih banyak teman yang berperilaku negatif. ”Mungkin saja, anak merasa ada kesamaan latar belakang pola asuh keluarganya dan memiliki ’teman’ ,” kata Fatchiah.
Savitri menambahkan, walaupun di masa ini teman memberikan pengaruh yang besar, nilai keluarga akan tetap dipegang anak apabila dikomunikasikan secara tepat. Coba diskusikan tentang baik buruknya suatu aktivitas, misalnya apabila anak mencoba narkoba atau seks bebas. Sehingga akan lebih efektif daripada anak dilarang pacaran atau berteman tanpa pemberian penjelasan.
Ciptakan Hang Out Sehat untuk Anak
Karena kebutuhan untuk berteman memang merupakan bagian dari tahap perkembangannya, maka orangtua bisa melakukan beberapa hal yang membuat kekhawatiran berkurang. Intinya adalah mulai berikan kebebasan yang bertanggung jawab. Hal ini bisa efektif dilakukan apabila komunikasi antara orangtua dan anak berlangsung baik:
1. Kenali anggota-anggota komunitas anak. Jika perlu, bertemanlah dengan orangtua dari mereka.Tanyakan pada anak melalui komunikasi layaknya teman anak.
2. Mengetahui tempat-tempat favorit mereka.
3. Untuk anak yang lebih muda, disarankan untuk menyertai mereka. Akan lebih mudah diterima anak apabila orangtua bergantian menyertai.
4. Berikan aturan main kepada mereka, misalnya kapan saja boleh hang out dan waktu pulang.
5. Yang paling penting ada bangun relasi yang baik dengan anak sejak awal. Hal ini memudahkan orangtua berkomunikasi dan berdiskusi dengan anak, baik tentang harapan dan aturan.
Ditulis oleh: Mita Zoe
Sumber: Inspired Kids Magz, pelangi-tc.com
Diposting oleh TUNAS REMAJA di 17.47 0 komentar
Label: Artikel






